
Palembang, 22 Maret 2011
Entanh kenapa pikiran ku terbang melayang memikirkan mu,
semenjak kejadian itu tepatnya sudah 7x24 jam atau normalnya 1 minggu sudah.
Aku memang tidak pernah berpikir untuk bisa bertemu lagi denganMu tapi Tuhan berkehendak lain.
Saat itu aku tengah berkhayal, menanti kau yang tiba-tiba hadir dan menyapa ku tapi setengah dari khayalan ku terwujud, kau hadir menampakkan diri yang kulihat masih seperti dulu.
Sekarang, sekarang musnah sudah semua yang ku harapkan, pupus, hanya satu kata yang bisa aku ucapkan, SIA-SIA. apa daya yang kulakukan sampai saat ini percuma. percuma menanti mu, percuma berkhayal dan menyimpan rasa sampai saat ini. aku terlalu bodoh untuk urusan ini, tapi apakah aku mungkin masih punya harapan untuk bisa mengikat kembali tali yang sudah renggang atau mungkin hapir putus termakan oleh waktu?
Tolong beri tau aku, bagaimana cara Mu menyimpan dan mengobati rasa yang begitu ingin ku curahkan. terus terang, saat ini aku tak mampu mengembalikan rasa yang sempat kau torehkan, bagaimanapun sebenarnya aku ingin menghapus mu layakny kau yang dengan mudah menghapus bayangku.
Sekali lagi Ajari aku, ajari aku melupakan sosok mu, melupakan setiap kenangan yg mungkin pernah terukir dan mungkin juga telah kau lupakan, haruskah aku mengabaikan tali itu hingga terputus dan terseret arus angin atau terhanyut oleh derasnya air yang mengalir?
Tolong beritahu aku cara untuk melupakan semua tentang Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar