Palembang, 20 Mei 2011
Menelusuri jalan setapak ini, membuatku akan selalu mengenang kisah itu. Kisah kita. Yah, telah banyak kisah yang kau torehkan disepanjang perjalanan hidup ku yang telah memasuki kepada dua.
Bingung dalam menetralisirkan rasa ini, sudah banyak cara yang aku lakukan tapi tetap saja masih selalu tak bisa. Aku tak pandai dalam menutupi segala hal yang ada. Keinginan terkadang membawaku untuk tak bisa membenci Mu. Aku ingin marah, ingin berteriak saat kau berbagi kisah Mu dengan yang lain dan Aku kau acuhkan, apakah Kau tau? Aku sedih saat itu.
Kisah Ku hanya akan ku simpan dalam diam Ku. Kisah ku hanya akan ku simpan sendiri. Aku jenuh, aku bosan dan aku capek akan semua ini, kenapa aku tak sama dengan yang lain? Kenapa aku selalu merasa diri ku ini bodoh?
Disetiap aku menapaki jalan di Kota ku, sdi setiap aku menelusuri pusat perbelanjaan yang aku ingat hanya diri Mu, cukup, hanyalah dirimu. Kenapa kau begitu berperan aktif dalam benakku dan parahnya aku masih dijajahi dengan rasa ingin selalu dekat dengan mu.
Aku masih merasa sanksi jika Kau benar-benar mengenaliku. Aku jengah dan terkadang aku merasa lelah untuk membuat kau mengenaliku. Sekarang, ada banyak orang yang memujaMu, ternyata Kau begitu terkenal. Aku iri, aku sangat ingin Kau memprioritaskan diriKu disbanding yang lain, tapi apakah Kau bisa?
Saat pertemuan pertama kita, memang kita tak saling mengenal tapi itu hal pertama yang membuat aku begitu senang setengah mati padaMu. Aku sempat berharap Kau mengenal ku saat itu tapi lagi-lagi itu hanya khayalan belaka.
Tak asing lagi bila aku tau Kau akan mengunjungi Kota ku yang kedua kalinya dan saat aku mentwit mu untuk bertanya apakah kau akan hadir ke Kota ku minggu ini dan Kau langsung bilang Ia ke Palembang, tapi apakah kau mengenalku atau hanya cuma memang Kau tau jadwal Mu memang ada di Kota ku minggu itu.
Aku ingin Vacum, merajuk dan tak ingin menyapaMu barang 2 atau 3 minggu, tapi aku tak sanggup, sungguh berat Jika aku harus berlama-lama marah padaMu. Terkesan berlebih, memang aku merasakannya tapi memang itulah aku.
Kata “whie” yang Kau ucapkan sangat berkesan, ingin rasanya aku mengabadikannya dan memberitahukan kepada Dunia bahwa ternyata Kau mengenaliku, tapi apakah itu Benar atau hanya Kebetulan atau bahkan hanya Keberuntungan?
Sekarang, aku menuliskan ini hanya ingin menenangkan rasa yang sangat sangat sulit untuk ku mengerti maknanya tapi tetap saja aku tak mampu mengartikannya. Mungkin hanya lewat ini aku mampu mengembalikan rasa biasa saja yang aku harapkan untuk mu. Aku ingin Kau tetap memngabariku saat kau hendak menyinggahi kotaKu.
Always Support U Mr. Kidal ku MARCEL CHANDRAWINATA
Always Love UuUU Soooo Muccchhhh Mr. Kidal ku MARCEL CHANDRAWINATA
Loveeee UUUUU soooooo Muccchhhhh ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar