
Palembang, 15 Februari 2012
Sudah setahun saya fakum dari dunia tulis menulis. Hampa dan kosong, tak ada yang bisa saya utarakan untuk saat ini. Terus terang Saya tidak sibuk dan sedang tidak dalam ikatan apapun *abaikan. :)
Ada banyak kisah hingga hari ini, ada banyak cerita dan pengalaman yang sulit untuk ku bagi dengan mereka semua. Sebuah titik, dimana saya harus menghentikannya atau malah memulainya. Satu minggu, Satu bulan bahkan sekarang sudah hampir 5 bulan dan saya masih seperti ini, Diam Ditempat, hanya Gerak Jalan Maju dan Mundur, Nothing Do Anything. Perlahan satu persatu mereka menjaug, ibarat setangkai bungan yang awalnya mekar di musim semi dan harus berguguran satu persatu helai di musim gugur, yah seperti itulah sekarang dan yang ada sekarang hanyalah tangkainya saja yang tersisa. Benar, semuanya benar apa yang mereka katakan semuanya benar. Tidak, tidak bukannya aku menghindar tapi karena aku tidak tau apa yang harus aku katakan pada kalian.
Sebuah titik, ketika rangkaian kata tersusun dan terucap dengan indah dan bila kata itu telah seirama dengan bait dan syair maka haruskah diakhiri dengan sebuah titik? lantas haruskah berhenti disana atau meneruskannya? Seperti itukah pertemanan? seperti sebuah titik. Bila semua kenangan-kenangan manis, pengalaman-pengalaman indah telah tercipta menjadi sebuah memori yang terindah untuk dikenang lantas disudahi hanya karena waktu yang telah berakhir yang dibubuhi dengan tanda titik?
Hehm, sebegitukah pertemanan kita? Tidak, ini bukan suatu pengkhianatan, bukan suatu hal yang tabu bagi saya, saya bahkan sering mengalaminya, tapi memang saya bodoh yang sudah jatuh ke lubang yang sama satu kali bahkan mengulanginya lagi berkali-kali.
Sebuah titik, haruskah saya mengakhirinya sedang dalam ajarannya harus mempersatukan dan bersama sesama? Jalan mana yang harus ku tempuh?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar